
Dimulakan dengan bismillah... sebagai tanda di mulakan dengan hal yang baik... bismillah memiliki arti permulaan yang di mulai dengan nama Allah. Kehidupan didunia tidak slalu di hadapan dengan keindahan... adakalanya kita mengalami kedukaan ataupun tertundanya terwujudnya keinginan kita. Kebulatan tekad dalam melangkah menjadi suatu hal yang harus dimiliki seseorang dalam menjalankan suatu aktivitas. Ada kalanya kita memulai sesuatu dengan kekosongan secara finansial namun secara luar biasa akan berubah menjadi suatu hal nyata jika kita memiliki tekad dan digantungkan harapan pada pemilik jiwa ini.
Tekad adalah jembatan di mana pikiran-pikiran masuk dalam wilayah fisik dan menjelma menjadi tindakan. Tekad adalah energi jiwa yang memberikan kekuatan kepada pikiran untuk merubahnya menjadi tindakan. Misalnya saja seorang ayah yang ingin memberikan nafkah untuk anak dan istrinya dengan harta yang halal, ia tak ingin melihat anak dan istrinya menjadi penghuni neraka karena penghasilan yang diperoleh dengan jalan yang haram. Ketika tekad seorang ayah sudah bulat memberikan harta yang halal. Maka ia akan mengarahkan segenap kemampuannya untuk mewujudkan tekadnya dengan baik, walau banyak rintangan yang ingin menggoyahkan tekadnya. Maka ia akan menfokuskan fikiran, fisik dan perasaannya pada satu tekadnya diimpikannya.
Aktifitas yang kita lakukan memang membutuhkan tekad yang bulat, tekad akan mucul melalui beberapa cara diantara nya sebagai berikut:
Memiliki tujuan yang jelas
Terkadang manusia mengalami kebingungan dalam menetapka tujuan, sehingga akan merasa hampa setelah selesai melakukan suatu aktifitas. Sehingga akan muncul pertanyaan, untuk apakah saya bekerja ??... Untuk apa saya sekolah??... Mungkin sekilas kita memiliki jawaban seperti saya bekerja untuk mencari uang, membeli rumah, membeli mobil. Namun itu semua adalah tujuan jangka pendek, setelah semua tujuan jangka pendek terpenuhi. Maka akan muncul pertanyaan lagi untuk apa ini semua ???
Tidak ada salahnya kita menetapkan tujuan jangka pendek, namun jangan kita melupakan tujuan jangka panjang yang hakiki yaitu ibadah mencari ridho Allah SWT.
Melakukan aktivitas namun tidak tau apa yang akan diraih, membuat kehidupan menjadi hampa dan mengalami kebingungan.
Maksimalkan usaha
Usaha merupakan suatu energi yang disalurkan oleh tubuh manusia sehingga membuat seseorang manusia bergerak melakukan sesuatu yang diinginkannya. Manusia diciptakan Allah memiliki keinginan dan harapan, kedua hal ini adalah energi yang mampu menggerakan fikiran, fisik dan perasaan untuk memaksimalkan usaha. Misalnya saja orang yang memiliki keinginan memiliki rumah sendiri dengan harapan jika berumah tangga tidak lagi ngontrak. Maka ia akan mengarahkan fikiran untuk mencari cara untuk memenuhi kebutuhannya itu, sehingga ia akan merasakan semangat saat satu cara diketemukan. Setelah cara dan semangat telah dimiliki, maka ia akan dengan ringan mengarahkan fisiknya untuk berbuat sesuatu. Maka ketika ia telah berbuat sesuatu itulah salah satu tanda orang telah memaksimalkan usaha untuk meraih tekadnya diinginkan.
Saatnya Tawakal
Saat mimpi telah diukir dan harapan berbuah usaha maka saat manusia bertawakal. Dari Umar bin Khattab ra berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah). Terkadang segala tekad yang ingin diwujudkan menghadapi berbagai rintangan. Rintangan yang bersumber dari diri sendiri atau rintangan yang bersumber dari lingkungan. Rintangan yang dilalui ibarat pisau yang diasah oleh batu yang keras sehingga pisau itu menjadi tajam. Kekuatan tekad akan teruji dengan adanya rintangan, namun sangat diperlukan tawakal yang akan menyelamatkan manusia pada ambisi tanpa batas, atau putus asa yang merobohkan. Allah memerintakan orang untuk bertawakal setelah membulatkan tekad. Sebagaimana Qs 3 :159 sebagai berikut :
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
by. Cahaya Hati (FC)