A. Pengertian Emosi
Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai oleh penyesuaian batin yang menyeluruh, dimana keadaan mental fisiologi sedang dalam kondisi yang meluap-luap, juga dapat diperlihatkan dengan tingkah laku yang nyata. (L.Crow & A. Crow)
Emosi adalah perasaan dan pikiran khasnya; suatu keadaan biologis dan psikolgis; suatu rentang dari kecendrungan untuk bertindak. (Goleman)
Emosi adalah bahan bakar yang tidak tergantikan bagi otak agar mampu melakukan penalaran yang tinggi (Cooper dan Sawaf)
Emosi memmainkan peranan yang penting dalam hidup seseorang. Tiap bentuk emosi pada dasarnya membuat hidup terasa lebih menyenangkan, karena emosilah seseorang akan merasakan getaran-getaran perasaan dalam dirinya maupun orang lain.
Sejak bayi dilahirkan, emosi berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan orang tuanya, kemudian juga dengan orang-orang lain.
B. Kecerdasan Emosi
Menurut Daniel Goleman dan Howard Gardner kecerdasan emosi meliputi Kemampuan untuk :
a.Mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain (kesadaran diri)
b.Memotivasi diri sendiri (memotivasi dan pengaturan diri)
c.Mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan pada orang lain (empati dan keterampilan sosial)
Unsur-Unsur kecerdsan emosi meliputi :
1.Kesadaran diri (Mengenali emosi diri, memahami penyebab perasaan yang timbul, dan mengenal pengaruh perasaan terhadap tindakan).
2.Mengelola Emosi (Menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat)
3.Memanfaatkan secara produktif (Mampu memotivasi diri)
Pandangan positif dalam menilai sesuatu, memiliki rasa tanggung jawab,mampu memusatkan perhatian, mampu mengendalikan diri.
4.Empati (Kemampuan untuk merasakan, memahami perasaan orang lain)
5.Membina hubungan
Kemampuan menganalisa hubungan dengan orang lain, menyelesaikan konflik, sikap bersahabat dan mudah bergaul, bersikap senang dan berbagi rasa dan bekerjasama.
C. Ganguan Emosi
Manusia yang tidak mampu mengelola dengan baik kecerdasan emosinya akan mengalami gangguan emosi diantaranya: stres, depresi, hipersensitif, fobia dll.
Sumber:
Djali. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Hidayah, siti. 2008 Perkembangan Peserta Didik. Bekasi : FKIP UNISMA
Rabu, 13 Mei 2009
Kepribadian
1. PENGERTIAN KEPRIBADIAN
a.Berasal dari bahasa yunani yaitu “pesona”: topeng
Topeng yang digunakan oleh aktor/aktris jika bermain pada panggung sandiwara.
b.Watak
Watak merupakan pensifatan ( untuk benda dan manusia), sedangkan untuk manusia dalam arti normatif (melakukan penilaian)
c.Kepribadian = Watak
Watak (mengadakan penilaian), sedangkan untuk menggambarkan apa adanya (kepribadian )
“Kepribadian adalah organisme dinamis dalam diri individu yang terdiri dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari individu terhadap lingkungannya” Gordon W Allport
“ Kepribadian dapat dilihat dari perilaku seseorang yang dibentuk melalui Amigdala, yaitu bagian dalam sistem limbik pada otak manusia yang berfungsi sebagai pusat perasaan” Sumarno Markam
Amigdala – bagian otak yang bertugas mengelola respon emosional seseorang Ia akan memberikan reaksi hadapi dan lari sesuai dengan pembelajaran yang diterimanya selama ini. Irawati Istadi
2. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
a. Bawaan ciri fisik dan faali (kapasaitas otak, reaksi emosi)
b. Pengalaman
- Umum : Pengalaman yang dihayati oleh semua orang
- Anggota masyarakat : nilai-nilai, prinsip moral, cara hidup, budaya dll
- Khas/Unik : Pengalaman yang hanya pernah dialami sendiri.
3. FAKTOR PENENTU PERUBAHAN KEPRIBADIAN
Perubahan dalam kepribadian tidak terjadi secara spontan, tetapi hasil dari pematangan, pengalaman, tekanan dari lingkungan sosial, budaya dan faktor dari individu. Berikut beberapa faktor penentu perubahan :
a. Pengalaman Awal (trauma kelahiran, pemisahan dari ibu)
b. Pengaruh Budaya
c. Faktor fisik
d. Intelegensi
e. Emosi
f. Nama
g. Keberhasilan dan kegagalan
h. Penerimaan sosial
i. Pengaruh keluarga
j. Perubahan fisik
4. SEJARAH PSIKOLOGI KEPRIBADIAN
Banyak dipengaruhi oleh sehingga waktu itu. Psikologi bersifat pra ilmiah/ sehingga melahirkan beberapa ilmu kepribadian yang bersifat spekulatif seperti: ilmu guratan tangan (chirologi), Ilmu wajah ( Astrologi) dikaitkan dengan perbintangan, ilmu wajah (psiognomi) bagian wajah menunjukan kepribadian, ilmu tengkorak (prexnologi), ilmu tulisan tangan (Grapologi).
Referensi :
Djali. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Hidayah, siti. 2005. Psikologi Pendidikan. Bekasi : Unisma Assesment Center.
Istadi, Irawati. 2006. Melipatgandakan Kecerdasan Emosi Anak. Bekasi : Pustaka Inti
Hidayah, siti. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Bekasi: Universitas Islam ”45”.
a.Berasal dari bahasa yunani yaitu “pesona”: topeng
Topeng yang digunakan oleh aktor/aktris jika bermain pada panggung sandiwara.
b.Watak
Watak merupakan pensifatan ( untuk benda dan manusia), sedangkan untuk manusia dalam arti normatif (melakukan penilaian)
c.Kepribadian = Watak
Watak (mengadakan penilaian), sedangkan untuk menggambarkan apa adanya (kepribadian )
“Kepribadian adalah organisme dinamis dalam diri individu yang terdiri dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari individu terhadap lingkungannya” Gordon W Allport
“ Kepribadian dapat dilihat dari perilaku seseorang yang dibentuk melalui Amigdala, yaitu bagian dalam sistem limbik pada otak manusia yang berfungsi sebagai pusat perasaan” Sumarno Markam
Amigdala – bagian otak yang bertugas mengelola respon emosional seseorang Ia akan memberikan reaksi hadapi dan lari sesuai dengan pembelajaran yang diterimanya selama ini. Irawati Istadi
2. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
a. Bawaan ciri fisik dan faali (kapasaitas otak, reaksi emosi)
b. Pengalaman
- Umum : Pengalaman yang dihayati oleh semua orang
- Anggota masyarakat : nilai-nilai, prinsip moral, cara hidup, budaya dll
- Khas/Unik : Pengalaman yang hanya pernah dialami sendiri.
3. FAKTOR PENENTU PERUBAHAN KEPRIBADIAN
Perubahan dalam kepribadian tidak terjadi secara spontan, tetapi hasil dari pematangan, pengalaman, tekanan dari lingkungan sosial, budaya dan faktor dari individu. Berikut beberapa faktor penentu perubahan :
a. Pengalaman Awal (trauma kelahiran, pemisahan dari ibu)
b. Pengaruh Budaya
c. Faktor fisik
d. Intelegensi
e. Emosi
f. Nama
g. Keberhasilan dan kegagalan
h. Penerimaan sosial
i. Pengaruh keluarga
j. Perubahan fisik
4. SEJARAH PSIKOLOGI KEPRIBADIAN
Banyak dipengaruhi oleh sehingga waktu itu. Psikologi bersifat pra ilmiah/ sehingga melahirkan beberapa ilmu kepribadian yang bersifat spekulatif seperti: ilmu guratan tangan (chirologi), Ilmu wajah ( Astrologi) dikaitkan dengan perbintangan, ilmu wajah (psiognomi) bagian wajah menunjukan kepribadian, ilmu tengkorak (prexnologi), ilmu tulisan tangan (Grapologi).
Referensi :
Djali. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Hidayah, siti. 2005. Psikologi Pendidikan. Bekasi : Unisma Assesment Center.
Istadi, Irawati. 2006. Melipatgandakan Kecerdasan Emosi Anak. Bekasi : Pustaka Inti
Hidayah, siti. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Bekasi: Universitas Islam ”45”.
Langganan:
Postingan (Atom)