“Yaa Allah haruskan air mata ini menangis lagi ….!!!”
” Ya robbii berilah aku jalan keluar dari masalah yang kuhadapi ....!!”
” Ya Allah berikan aku rela dengan ketentuan yang menyedihkan ini ...!”
” Ya Robbi ringankan lah beban dihati ini ....!”
Kata-kata diatas merupakan bagian dari ungkapan perasaan sedih yang diucapkan seseorang saat mengalami kesedihan. Mungkin akan banyak lagi jika kita mau mengumpulkanya. Tapi bukan itulah esensi dari kesedihan yang pernah kita rasakan. Kesedihan merupakan perasaan yang mendalam saat seseorang merasakan kehilangan sesuatu yang ia senangi, menghadapi beban yang membuat harus merasakan kehilangan, atau menghadapi dua kondisi yang menghadapkan manusia harus memilih meninggalkan sesuatu yang disukai.
Kata-kata yang diungkapkan seseorang ketika mengalami kesedihan adalah efek dari bentuk perasaan yang ada pada diri seseorang. Efek kesedihan biasanya akan muncul melalui perkataan, perbuatan ataupun raut muka
Dalam buku Psikologi Qurani (2008) sedih merupakan perasaan emosional kebalikan dari rasa bahagia dan gembira. Perasaan sedih muncul ketika seseorang kehilangan seseorang yang dicintainya, kehilangan sesuatu yang sangat bernilai, tertimpa musibah atau gagal dalam menggapai sesuatu yang penting.
Kesedihan menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga saat kita menerima dengan ketentuan yang Allah berikan, pasrahkan dan gantungkan semua perasaan sedih pada pencipta kesedihan menjadi salah satu obat yang paling mujarab untuk mengatasi kesedihan.
Saat kita perasaan sedih menggelayuti hati mungkin saat ini kita perlu bermuhasabah diri. Sudahkah sabar menjadi bagian dari kehidupan kita terealisasi dengan baik ataukah hanya masih dalam tatanan teori.Mungkin memang kita memang butuh waktu untuk menata kembali puing-puing kesediahan yang pernah menggelayuti hati.
Manusia harus mempunyai keyakinan dalam diri bahwa tak selamanya manusia akan terus merasakan kesedihan.Selama kita masih didunia ini kesediahan tak akan selamanya sedih, dan kebahagiaan pun tak akan selamanya bahagia. Oleh sebab itu persiapkanlah dirimu untuk menghadapi kesedihan dan kebahagiaan, karena dengan kita mempersiapkan diri menghadapi dua kemungkinan dengan mengantungkan semua harapan kepada Allah niscaya kita akan menemukan suatu ketenangan saat menghadapi kesedihan dan tidak lalai untuk bersyukur saat berada dalam kebahagiaan.
Mari saatnya kita dobrak kesedihan yang selama ini kita rasakan dengan tekat baru, bahwa setelah kesediahan ada kebahagiaan. Memang butuh tenaga yang luar biasa untuk tetap bisa senyum dan membahagikan orang lain walau pada saat ini kita merasakan kesedihan. By;Cahaya Hatiku
saya suka bnget dengan motipasi dan saran kata2 ni.
BalasHapus